Saat berlibur ke Jakarta, Gazza Zubizareta (16) menunggui adiknya yang sedang latihan teater di TIM. Tak disangka, di tempat itu seseorang menawarinya ikut kasting.
Maret 2011, Gazza Zubizareta (16) terbang dari Medan menuju Jakarta. Ia berlibur beberapa hari. Suatu hari, Gazza menunggui adiknya, Geccha Etavara (bintang film Malaikat Tanpa Sayap dan Purple Love-red) yang sedang kursus teater di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Seseorang mendekat, mengajukan tiga pertanyaan, “Nama kamu siapa? Umur kamu berapa? Mau ikut kasting, enggak?” Gazza tidak antusias menanggapi pertanyaan laki-laki, yang belakangan diketahui bernama Sanca ini. Seandainya ikut kasting pun, kemungkinan diterima amat kecil. Mengingat, ia belum pernah main sinetron. Tidak pernah ikut kasting. Lagi pula menjadi aktor bukan cita-citanya.
Sayangnya, sutradara N5M, Affandi Abdul Rachman menilai Gazza tidak cocok memakai logat Sulawesi. Hari berikutnya, Gazza dipanggil lagi. Kali ini, ia disodori karakter Alif. Gazza meresapi sepenggal dialog lalu memainkan adegan memetik daun-daun bersama Randai (diperankan Sakurta H Ginting-red) dengan latar di Maninjau, Sumatera Barat. Beberapa Minggu kemudian, ibunda Gazza menelepon dari Jakarta, menanyakan kemungkinan putranya bisa cuti sekolah. “Kamu diterima kasting, memerankan Alif,” beri tahu sang bunda di ujung telepon. “Tidak ada firasat sama sekali. Yang ingin memerankan Alif sekitar 3.000 orang. Nyaris mustahil saya melawan ribuan orang dan merebut peran Alif,” serunya.
Tidak ada kesuksesan yang didapat cuma-cuma. Pun sukses yang digenggam Gazza sekarang. Sejak akhir September 2011, Gazza pindah ke Ibu Kota, meninggalkan teman-teman sekolah di Medan. Di Jakarta, Gazza menjalani homeschooling. “Saya sedih, harus meninggalkan teman-teman di Medan. Ada dua sahabat saya di sana, Aiman dan Abdul. Mereka warga negara Yaman. Kami sering nongkrong bertiga dan jalan-jalan. Kami bandel bareng. Dihukum guru bareng. Melalui Bintang, saya titip salam buat mereka,” ujarnya.
Inilah episode baru dalam hidup Gazza. Meninggalkan Medan demi syuting sebulan di Ponorogo, dua hari di Bandung, dan sepekan di Maninjau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar